Arti Sinyal G, E, 3G, H, H+ atau 4G

jaringan 4g

Ketika mengunakan ponsel atau smartphone Anda dan menyalakan paket data internet pasti akan muncul salah satu dari simbol G, E, 3G, H atau 4G muncul di atas signal bar, beserta panah naik turun. Keempat simbol tersebut merupakan penanda status dan kecepatan internet di ponsel.

Apakah Anda tahu maksud dari tiap simbol itu? Di antara G, E, 3G, H, dan 4G mana yang lebih bagus dan kencang digunakan berselancar di ponsel? berikut ini pembahasannya seperti dilansir Sains.Me.

Simbol pertama adalah G yang merupakan kode untuk GPRS (General Packet Radio Service). Diantara teknologi data seluler lain, GPRS merupakan teknologi yang memiliki kecepatan paling rendah, hanya sekitar 60-80 kbps (kilobit per second) saja.

Di atas GPRS, ada teknologi EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution). Ya, inilah yang disimbolkan dengan huruf E. Ini adalah teknologi pengembangan dari GPRS dengan kecepatan yang tentu saja lebih tinggi, yaitu sekitar tiga kali lipat dari GPRS.

Simbol selanjutnya adalah 3G. Hmm, apakah maksudnya adalah 3 GPRS? Bukan, 3G ini merupakan singkatan dari 3rd (third) generation alias generasi ketiga. Ya, dalam teknologi seluler, GPRS disebut sebagai generasi kedua (2G), sedangkan EDGE disebut sebagai 2.5G. Nah, dalam generasi ketiga ini, teknologi yang digunakan benar-benar baru, sehingga kecepatannya bisa jauh lebih kencang, bisa mencapai 2 Mbps (megabit per second)! Wow, jauh sekali ya.

Sementara itu, simbol H yang merupakan kode dari HSPA (High Speed Packet Access) ini memiliki kecepatan unduh yang lebih tinggi, bisa mencapai 14 Mbps bahkan lebih, tergantung penyedia jasa layanan yang digunakan.

Peningkatan selanjutnya adalah HSPA+ yang sering dilambangkan dengan H+. Jika ponselmu sudah mendukung HSPA+, kamu bisa mengunduh dengan kecepatan sampai ratusan Mbps! Tentu saja, kecepatan maksimalnya tergantung operator seluler yang digunakan.

Simbol terakhir 4G menandakan kecepatan yang paling tinggi. 4G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Terdapat dua kandidat standar untuk 4G yang dikomersilkan di dunia yaitu standar WiMAX (Korea Selatan sejak 2006) dan standar Long Term Evolution (LTE) (Swedia sejak 2009).

4G mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP).

Ada beberapa provider telekomunikasi yang sudah menerapkan teknologi jaringan 4G yaitu :

Telkomsel 4G

Selama konferensi APEC pada tanggal 1–8 Oktober 2013 di Bali, Telkomsel melakukan percobaan jaringan 4G LTE. Jaringan Telkomsel 4G LTE dioperasikan pada frekuensi 1800 MHz. Sebagai bagian dari program, simcard bermerek “simPATI LTE Trial Edition” dijual di lokasi tersebut. Sekarang, Telkomsel 4G LTE telah melebarkan sayapnya di Jakarta dan Bali. Kartu uSIM card (Kartu perdana pendukung layanan 4G LTE) Telkomsel sekarang tersedia di GraPARI sekitar Jakarta dan Bali.dan pelanggan dapat menukarkan kartu lamanya dengan kartu uSIM tanpa harus berganti nomor.

Bolt Super 4G LTE

merupakan merek dagang dari PT. Internux yang menyediakan layanan 4G LTE sejak 14 November 2013. Area layanan yang dijangkau untuk pertama kali adalah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi dengan potensi pasar sekitar 30 juta orang. Teknologi yang diterapkan adalah Time Division Duplex (TDD-LTE) pada frekuensi 2300 MHz.

XL HotRod 4G LTE

XL Axiata melakukan ujicoba terhadap jaringan 4G LTE di Kota Kasablanka, Central Park, Euphoria Lounge Menara Prima, XL Xplor Senayan City dan Graha XL pada 28 Oktober 2014. Kecepatan internet XL 4G LTE diklaim dapat mencapai 100 Mbps. SIM Card XL khusus 4G LTE dibagikan secara cuma-cuma kepada pengguna yang ingin mengujicoba layanan tersebut. Percobaan ini dilakukan bersamaan dengan peluncuran logo dan motto baru XL Axiata. Setelah ujicoba, XL akan melebarkan sayap 4G LTE di 5 kota besar di Indonesia.

Indosat Super 4G-LTE

Indosat melakukan ujicoba terhadap jaringan 4G LTE di daerah sekitar Monumen Nasional, Jakarta Pusat pada 20 November 2014 dengan menggunakan media BTS di atas Gedung Indosat. Kecepatan internet Indosat Super 4G-LTE diklaim dapat mencapai 185 Mbps download dan 41 Mbps upload. SIM Card Indosat Super 4G-LTE disediakan di sekitar area Monumen Nasional. Ujicoba ini dilakukan bersamaan dengan Ulang tahun Indosat yang ke 47. Setelah diujicoba, Indosat akan melebarkan sayap 4G LTE di 23 kota lainnya.

Smartfren 4G LTE-A

Smartfren menargetkan tahun ini jumlah BTS bertambah dari 6.000 menjadi 10.000. Untuk jaringan, Smartfren menggandeng vendor Nokia dan ZTE. Pembagian pengerjaannya, sisi barat akan digarap oleh Nokia, sementara sisi timur ZTE. Saat ini, rencana penerapan 4G Smartfren masih dalam tahap pemasangan infrastruktur. Diprediksikan paling cepat di semester kedua tahun ini sudah siap bermigrasi. Jika 4G LTE diklaim mampu menyodorkan kecepatan sampai 150 Mbps, maka LTE-A yang diusung Smartfren menawarkan kecepatan hingga 300 Mbps.

Jadi, secara umum, urutan simbol paket data seluler dari yang paling lambat hingga paling kencang adalah G, E, 3G, H, H+, kemudian 4G.

Share this article
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a reply