Gojek Ternyata Merugi Sejak Agustus, Driver Yang Demo Akan Dipecat

gojek2

Go-Jek yang sedang booming akhir-akhir ini tengah dihadapkan dengan situasi sulit dimana kebijakan manajemen dalam menerapkan potongan tarif baru mendapat protes dari para pengemudi atau driver. Mereka bahkan mengancam akan melakukan aksi mogok.

Seperti dilansir Beritasatu.com, manajemen Go-Jek sebelumnya menerapkan tarif Rp 4.000 per km. Akan tetapi, sejak Senin (2/11), kebijakan baru diambil dengan memotong tarif menjadi Rp 3.000 untuk tiap km.

Sebagai gambaran, untuk 25 km dihargai Rp 100.000, maka pengemudi menerima Rp 80.000 dan manajemen Rp 20.000. Namun, dengan adanya potongan itu, harga untuk 25 km menjadi Rp 75.000 dengan Rp 15.000 untuk manajemen. Sehingga, pengemudi hanya menerima Rp 60.000.

Sehubungan dengan rencana aksi mogok, manajemen Go-Jek mengaku mengalami kerugian sejak sebelum Agustus lalu. Kerugian itu akibat dari dana promosi guna meningkatkan pesanan mereka.

“Sejak sebelum bulan Agustus, Management telah mengeluarkan dana untuk promosi agar jumlah order yang didapat driver meningkat. Sejak saat itu sampai saat ini Management tetap beroperasi dengan merugi demi kesejahteraan rekan-rekan driver. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi sedikit kerugian demi menjamin kesejahteraan rekan-rekan dan keluarga,” tulis pesan yang dikirimkan kepada seluruh pengemudi Go-Jek itu.

Rencana aksi mogok itu pun disikapi dengan serius oleh Manajemen Go-Jek. Tak tanggung-tanggung, mereka mengancam para pengemudi yang ikut mogok akan dipecat.

“Kami mengambil keputusan bahwa setiap driver yang berpartisipasi atau memprovokasi demo/mogok/sweeping akan diputus kemitraannya,” sambung pesan itu.

Share this article
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a reply