Harga Tarif Internet 4G LTE Smartfren Tak Berbeda Dari EVDO Rev B?

andromax 4g

Setelah meluncurkan lima ponsel pintar terbarunya, Smartfren dijadwalkan akan menggelar layanan 4G LTE pada semester kedua tahun 2015 ini. Saat sudah dijalankan nanti, Smartfren berencana untuk tidak mengubah tarif internet dari yang sudah berjalan selama ini.

Seperti dilansir KompasTekno, Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren, di sela-sela acara uji coba jaringan 4G di Denpasar, Bali, Jumat (19/6/2015) berkata “4G kita (Smartfren) tidak akan berubah tarifnya (dari layanan CDMA),”

Sebagai gambaran, harga internet jaringan EVDO Rev B (setara 3G) milik Smartfren dihargai Rp 60.000 untuk kuota 2 GB, Rp 100.000 untuk 5 GB, dan Rp 150.000 untuk 9 GB.

Di kesempatan yang berbeda, Sukaca Purwokardjono, Head of Device Planning & Management Smartfren, menyatakan bahwa tarif tersebut masih tergolong sangat murah ketimbang tarif internet di luar negeri.

Ia membandingkan, dengan besar kuota yang sama, harga internet di negara Asia lainnya bahkan bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

“Contoh saja Korea Selatan. Harga internet 2 GB bisa mencapai Rp 400.000,” katanya.

Anak usaha Sinar Mas ini memang sedang menggenjot persiapan jaringan 4G LTE di seluruh Indonesia. Sebelum benar-benar mengomersilkan layanan tersebut, Smartfren telah merilis lima smartphone seri Andromaxyang telah mendukung 4G LTE.

Selain itu, Smartfren juga telah merilis duo MiFi 4G LTE yang dinamakan Andromax M2P dan Andromax M2Y. Berbeda dari ponsel-ponsel yang telah dirilis, duo MiFi ini sudah tidak mendukung jaringan CDMA lagi, hanya 4G LTE saja.

Jaringan 4G LTE milik Smartfren sendiri nantinya akan digelar di frekuensi yang berbeda dari operator seluler lain. Dua frekuensi yang sudah ditetapkan adalah 850 MHz dan 2.300 MHz.

Smartfren akan menggunakan dua standar metode pengantaran data, yakni time division duplex (TDD) untuk jaringan 2.300 MHz dan frequency division duplex (FDD) untuk jaringan 850 MHz.

Ada dua produsen BTS yang telah dipilih Smartfren untuk 4G LTE ini, yakni Nokia dan ZTE. Nokia nantinya akan bertanggung jawab terhadap pemasangan BTS di daerah barat, seperti Sumatera, Jabodetabek, dan Jawa Barat.

Sementara itu, ZTE akan menggarap BTS di wilayah Timur, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

Sumber : Kompas.com

Share this article
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a reply