iPhone 6 dan 6 Plus BM Kurang Laku, Kenapa?

iPhone 6 Plus - Harga dan Spesifikasi

Ponsel terbaru Apple, iPhone 6 dan iPhone 6 Plus  yang dirilis minggu kemarin telah mencatatkan rekor penjualan yang cukup fantastis pada penjualan perdananya di Amerika Serikat,  sementara di China dan Indonesia sendiri belum juga dipasarkan dan masih belum ada kejelasan. Mungkin karena terjebak euforia ini banyak orang berpikir bahwa jika menjual iPhone 6 dan 6 Plus versi black market (BM) di Indonesia dan China maka akan untung besar namun nyatanya iPhone 6 BM kurang laku dipasaran.

Hal ini disebabkan membludaknya persediaan  iPhone 6 BM dan bahkan sudah membanjiri pasaran. Kurang lakunya iPhone 6 BM ini menyebabkan  harganya semakin menurun belakangan ini. Ya memang karena barang yang dijual terlampau banyak namun tidak diimbangi dengan permintaan yang tinggi.

Contohnya saja sebuah toko retail di kota Beijing yang awalnya menjual iPhone 6 dan iPhone 6 Plus seharga USD 1.960 atau sekitar Rp. 19 Jutaan sampai USD 2.450 sekitar Rp. 25 jutaan. Tapi sekarang harganya sudah turun menjadi USD 1.060 sampai USD 1.436.

Stok iPhone 6 yang terlalu tinggi pada saat ini namun permintaan akan iPhone 6 menurun di China ini  bisa jadi pertanda menurunnya popularitas iPhone. Dahulu, iPhone BM cepat laku meski harganya tinggi. Saat ini, pesaing berat bermunculan dengan harga lebih murah sehingga iPhone 6 BM dinilai terlampau mahal.

Untuk China sendiri sekarang masih belum kebagian penjualan iPhone 6 secara resmi. Tapi kabarnya, Apple sudah mendapat persetujuan dari otoritas sehingga tidak lama lagi iPhone generasi terbaru itu diprediksi menyambangi China melalui Apple Store. Sedangkan di Indonesia sendiri masih belum diinformasikan.

Share this article
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a reply