Memex Mesin Pencari Tercanggih Di Dunia Besutan DARPA Sanggup Deteksi Dunia “Internet Underground”

memex web search

Lembaga riset Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) Pentagon sedang mengembangkan mesin cari internet baru yang diberi nama Memex, mesin pencari ini konon lebih canggih dari Google dan mampu menampilkan hasil pencarian yang tidak terdeteksi Google.

Mesin pencari seperti Google, Bing atau Yahoo memang tujuannya komersial dan diperkirakan hanya mampu mengindeks 5% saja dari keseluruhan internet. Jadi hanya permukaannya. Berbeda dengan Memex yang tujuan utamanya membongkar sisi gelap dunia maya yakni masuk ke dalam “Internet Underground” yakni internet bawah tanah yang tidak terdeteksi Google, dimana banyak situs-situs “berbahaya” berkeliaran.

Tujuan pembuatannya adalah, untuk melacak informasi di internet yang tidak bisa dijangkau mesin cari seperti Google atau mesin pencari komersial lainnya. Rupanya, ada banyak sekali website yang tak akan muncul jika diubek-ubek mesin pencari pada umumnya dan hanya bisa diakses oleh software khusus. Dan ternyata pula, jumlahnya sangat banyak. Diperkirakan mengandung sampai 900 miliar halaman web.

Biasanya, situs semacam itu dimanfaatkan oleh para pelaku kriminal agar tak gampang dilacak. Contohnya saja bandar narkoba atau pedagang manusia. Karena itu, penegak hukum perlu dimudahkan untuk mengaksesnya.

“Kami ingin meningkatkan kecanggihan pencarian online untuk setiap orang. Juga mudah untuk digunakan,” kata Chris White, Program Manager DARPA yang SENO kutip dari Tech Times, Senin (16/2/2015).

Memex sendiri adalah singkatan dari memory dan index. Saat ini, produk tersebut sudah diujicoba, antara lain oleh aparat di kota New York untuk mengungkap kasus perdagangan manusia. DARPA meyakini kalau Memex nantinya bermanfaat besar bagi pemerintah dan militer atau bahkan perusahaan. Saat ini, search engine itu masih berada dalam tahap prototipe.

Memex sendiri bukan mesin pencari komersial seperti Google, Yahoo atau Bing. Bagi warga negara Indonesia tentu saja hal ini melegakan karena nama mesin pencari ini yang cukup “riskan”.

Share this article
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a reply