Samsung Smart TV SUHD Resmi Dirilis Di Indonesia, Apa Bedanya Dengan TV UHD?

samsung suhd tv

Samsung merilis televisi Smart TV SUHD dengan sistem operasi Tizen di Indonesia. Televisi yang dapat terkoneksi internet itu hadir dalam tiga variasi ukuran, yaitu 55 inci, 65 inci, dan 78 inci. Televisi ini menggunakan teknologi gambar 4K yang diklaim bisa menampilkan warna dengan lebih realistis.

SUHD yang digunakan Samsung sendiri digunakan untuk menyebut resolusi UHD yang digunakannya lebih baik dibanding UHD lain, tidak merujuk pada singkatan apapun.

Samsung SUHD TV menggunakan teknologi baru, yaitu nano kristal teknologi yang bisa memproduksi warna senatural mungkin. Warna merah di sini akan jadi lebih realistik, begitu juga warna biru.

Perusahaan asal Korea Selatan itu membuat TV tersebut berbentuk cekung. Mereka mengklaim hal tersebut bisa membuat pengguna TV mendapat pengalaman seolah masuk ke dalam tayangan.

Smart TV SUHD tersebut tergolong dalam produk dibanderol dengan harga yang tidak murah. Untuk yang paling kecil saja, 55 inci, dibanderol dengan harga Rp 59 juta. Sedangkan yang paling besar, 78 inci, dibanderol senilai Rp 140 juta serta yang lebih besar, yaitu 88 inci dengan harga sekitar Rp 200-an juta.

Perkembangan teknologi televisi mengalami kemajuan yang cukup pesat. Rasanya baru kemarin kita menikmati televisi Full High Definition (HD). Lalu muncul Ultra High Definition (UHD) yang menawarkan resolusi 4 kali Full HD. Nah kini, Samsung memperkenalkan SUHD TV yang diklaim memiliki kemampuan lebih baik lagi.

Sebenarnya, SUHD bukanlah resolusi di atas UHD. Karena sejatinya resolusi di atas UHD adalah 8K. SUHD bisa dibilang merek dagang yang dibawa Samsung pada generasi terbaru UHD TV-nya. Resolusinya masih tetap 4K, hanya saja teknologinya diklaim lebih baik dari UHD konvensional.

Seperti dilansir DetikINET, Ubay Bayanudin, Product Marketing TV Senior Samsung Indonesia mengatakan, huruf S pada SUHD sebenarnya tidak ada pergertian khusus. “Tak ada kepanjangannya. Tapi bisa dikatakan sebagai Superior, karena teknologinya memang jauh lebih baik dari UHD biasa,” ujarnya.

Ubay memaparkan, SUHD merupakan teknologi display paling mutakhir sehingga mampu menampilkan gambar yang mirip dengan aslinya. Samsung menggunakan teknologi Nano Crystal yang menghasilkan warna gamut 20% lebih lebar dan makin akurat.

Dengan penggunaan panel 10 bit membuat detail warna pun jadi 64 kali lebih baik dibanding UHD biasa. Pun dengan Alogaritma Color Mapping yang 2 kali lebih banyak. Sehingga membuat tingkat gamut warna jadi kian lebar.

Dari sisi kecerahan, SUHD diklaim 2,5 kali lebih baik dari UHD Konvensional, baik saat scene cerah maupun gelap. “Ini terjadi karena perubahan struktur panel daya pancara cahaya dibuat 37% lebih tinggi dari sebelumnya,” jelas Ubay.

Meski tingkat kecerahan dinaikkan hingga tingkat maksimum. Namun tidak membuat konsumsi daya listriknya melonjak. Ini dikarenakan penggunaaan sumber cahaya baru dan teknologi Peak Illuminator.

Sumber cahaya baru tersebut, lanjut Ubay, memiliki efesiensi lampu 20% dan durabilitas 3x. Sementara Peak Illuminator sendiri dapat meninimalisir cahaya sehingga mempu menyediakan warna lebih kontras dan jelas.

Ubay pun sempat membandingkan SUHD dengan teknologi Organic Light-Emitting Diode (OLED). Menurutnya, SUHD lebih unggul. “Tingkat brightness SUHD 5 kali lebih baik. Dari sisi warna pun, 9% lebih bagus. Sebabnya, Nano Crytal mampu menghasilkan cahaya lebih murni dari WRGB OLED,” paparnya.

“Demikian saat gerakan cepat, SUHD dapat menampilkan 6 kali lebih baik. Ini dikarenakan untuk mengompensasi kecerahaan, WRGB OLED lebih lama waktunya. Sehingga kualitas motion picture menjadi terdistorsi. OLED hanya unggul di warna hitam saja,” pungkas Ubay.

Samsung menawarkan dua seri baru SUHD TV yakni JS9000 ukuran 55 inch dengan harga Rp 59 juta, 65 inch dengan harga Rp 82 juta dan JS9500 ukuran 78 inch dengan harga Rp 140 juta dan 88 inch dengan harga sekitar Rp 250 juta.

Share this article
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a reply